rstka.id – Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Bank Mandiri kembali dibuka dan menjadi fokus utama bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pada tahun anggaran 2026.
Pencarian data mengenai simulasi KUR Mandiri 2026 mengalami lonjakan signifikan seiring tingginya kebutuhan modal kerja awal tahun, di mana penyaluran dana bersubsidi ini tetap menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan melalui fasilitas suku bunga rendah yang disubsidi oleh pemerintah.
Catatan redaksi: Informasi rincian simulasi dan syarat ketentuan di bawah ini disusun berdasarkan pedoman operasional perbankan yang berlaku saat ini. Angka dan kebijakan dapat mengalami penyesuaian sewaktu-waktu sesuai dengan keputusan resmi dari pihak Bank Mandiri maupun komite kebijakan pembiayaan UMKM pemerintah.
Latar Belakang dan Fokus Penyaluran Dana 2026
Pemerintah Republik Indonesia secara konsisten mengalokasikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk menyubsidi selisih bunga kredit bagi UMKM.
Pada tahun 2026, Bank Mandiri sebagai salah satu bank badan usaha milik negara (BUMN) penyalur utama kembali mendapatkan mandat triliunan rupiah untuk didistribusikan ke sektor-sektor riil.
Fokus penyaluran tahun ini diprioritaskan pada sektor produksi. Sektor pertanian, perikanan, industri pengolahan skala rumah tangga, hingga jasa pariwisata mendapatkan perhatian khusus.
Langkah strategis ini diambil guna memastikan bahwa dana murah tidak hanya beredar di sektor perdagangan, melainkan ikut memperkuat ketahanan pangan dan kapasitas produksi barang dalam negeri dalam menghadapi fluktuasi ekonomi makro.
Empat Kategori Fasilitas Pembiayaan
Sebelum menghitung estimasi cicilan, setiap calon debitur wajib mengetahui kategori pinjaman yang sesuai dengan skala dan umur usahanya. Bank Mandiri menyediakan empat klasifikasi utama:
1. KUR Super Mikro Fasilitas ini memiliki batas maksimal pinjaman (plafon) sebesar Rp 10.000.000. Kategori ini sangat cocok bagi pelaku usaha pemula yang baru merintis bisnis, pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) dan membangun usaha, serta ibu rumah tangga produktif. Suku bunga yang ditetapkan sangat rendah, umumnya berada di angka 3% efektif per tahun.
2. KUR Mikro Kategori paling populer ini melayani pengajuan pinjaman di atas Rp 10.000.000 hingga batas maksimal Rp 100.000.000. Calon peminjam wajib memiliki usaha yang sudah berjalan aktif minimal selama enam bulan berturut-turut. Dana dapat dialokasikan untuk penambahan stok barang dagangan, pembelian mesin operasional, hingga perbaikan tempat usaha.
3. KUR Kecil Bagi bisnis yang telah berkembang dan membutuhkan injeksi modal lebih besar, tersedia fasilitas dengan plafon di atas Rp 100.000.000 hingga Rp 500.000.000. Syarat verifikasinya lebih ketat, termasuk keharusan mendaftarkan pekerja ke dalam program BPJS Ketenagakerjaan.
4. KUR TKI (Pekerja Migran Indonesia) Pinjaman maksimal Rp 100.000.000 yang diberikan khusus kepada calon pekerja migran guna menutupi biaya keberangkatan, pengurusan paspor, pelatihan, dan dokumen resmi lainnya menuju negara penempatan.
Rincian Suku Bunga Berjenjang
Terdapat kebijakan penting yang berdampak langsung pada hasil simulasi KUR Mandiri 2026, yakni pemberlakuan suku bunga berjenjang (progresif) bagi peminjam lama (kategori Mikro dan Kecil).
Bagi debitur yang baru pertama kali mengakses fasilitas kredit ini, suku bunga dipatok pada angka 6% efektif per tahun. Namun, bagi debitur yang sudah pernah meminjam dan bermaksud mengajukan pinjaman kedua kalinya, suku bunga akan naik menjadi 7% per tahun.
Pengajuan ketiga akan dikenakan 8%, dan pengajuan keempat dipatok 9% per tahun. Kebijakan ini merupakan bentuk edukasi literasi keuangan agar UMKM yang usahanya telah mapan perlahan beralih mengakses fasilitas kredit komersial non-subsidi.
Estimasi Tabel Simulasi KUR Mandiri 2026
Berikut merupakan gambaran perhitungan angsuran bulanan berdasarkan skema anuitas dengan asumsi suku bunga dasar 6% efektif per tahun. Estimasi ini bertujuan untuk memudahkan penyusunan arus kas (cash flow) usaha sebelum mengajukan aplikasi resmi ke kantor cabang terdekat.
Plafon Pinjaman Rp 10.000.000
- Tenor 12 bulan (1 tahun): Rp 860.664 / bulan
- Tenor 24 bulan (2 tahun): Rp 443.206 / bulan
- Tenor 36 bulan (3 tahun): Rp 304.219 / bulan
Plafon Pinjaman Rp 50.000.000
- Tenor 12 bulan: Rp 4.303.321 / bulan
- Tenor 24 bulan: Rp 2.216.031 / bulan
- Tenor 36 bulan: Rp 1.521.097 / bulan
- Tenor 48 bulan (4 tahun): Rp 1.174.251 / bulan
- Tenor 60 bulan (5 tahun): Rp 966.640 / bulan
Plafon Pinjaman Rp 100.000.000
- Tenor 12 bulan: Rp 8.606.643 / bulan
- Tenor 24 bulan: Rp 4.432.061 / bulan
- Tenor 36 bulan: Rp 3.042.194 / bulan
- Tenor 48 bulan: Rp 2.348.503 / bulan
- Tenor 60 bulan: Rp 1.933.280 / bulan
Ketentuan Mutlak dan Kelengkapan Dokumen Pengajuan
Proses verifikasi bank melibatkan pemeriksaan rekam jejak keuangan melalui Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) Otoritas Jasa Keuangan. Calon debitur tidak diperkenankan sedang menerima fasilitas kredit produktif dari bank lain.
Fasilitas pinjaman konsumtif seperti Kredit Pemilikan Rumah (KPR), Kredit Kendaraan Bermotor (KKB), atau Paylater masih diperbolehkan selama riwayat pembayarannya berstatus Kolektibilitas 1 (Lancar).
Dokumen fisik yang wajib disertakan saat penyerahan berkas meliputi:
- Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (e-KTP) pemohon dan pasangan (bagi yang telah menikah).
- Fotokopi Kartu Keluarga (KK) terbaru.
- Surat Nikah atau Surat Cerai (bagi yang berstatus cerai).
- Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) yang berstatus aktif, diwajibkan khusus untuk pengajuan plafon di atas Rp 50.000.000.
- Nomor Induk Berusaha (NIB) berbasis risiko atau Surat Keterangan Usaha (SKU) resmi yang diterbitkan oleh aparat desa, kelurahan, atau kecamatan setempat.
Setelah berkas dinyatakan lengkap, petugas bank atau mantri akan melakukan survei lapangan. Tahap ini krusial untuk mencocokkan kondisi riil usaha dengan dokumen yang diajukan. Penilaian mencakup omzet harian, rasio utang terhadap pendapatan, kelayakan tempat usaha, hingga perputaran inventaris barang.
Signifikansi Pembiayaan Terhadap Iklim Bisnis
Pemahaman yang komprehensif terkait simulasi KUR Mandiri 2026 merupakan langkah preventif agar pelaku usaha tidak terjebak dalam masalah gagal bayar (kredit macet/NPL).
Perencanaan finansial yang matang memungkinkan dana pinjaman terserap secara optimal untuk belanja modal (capital expenditure) maupun biaya operasional (operational expenditure).
Akses permodalan murah ini juga berfungsi sebagai perisai pelindung bagi UMKM dari tawaran pinjaman online ilegal bersuku bunga tidak masuk akal yang kerap menargetkan pengusaha mikro saat terjadi kesulitan likuiditas mendadak.
Kedisiplinan membayar cicilan bank secara tepat waktu akan terekam dalam sistem nasional, membangun skor kredit yang sehat, dan membuka peluang besar untuk meraih pendanaan skala korporasi di masa depan.
FAQ Pertanyaan Sering di Ajukan Tentang Simulasi KUR Mandiri 2026
1 Apakah pengajuan KUR Mandiri 2026 mewajibkan penyerahan jaminan tambahan?
Berdasarkan regulasi yang berlaku, pengajuan dengan plafon hingga batas seratus juta rupiah tidak memerlukan agunan tambahan seperti sertifikat tanah atau BPKB. Usaha pokok yang dibiayai sudah bertindak sebagai agunan utama.
2 Berapa lama estimasi proses pencairan dana setelah berkas diserahkan?
Proses analisis, survei lapangan, hingga pencairan ke rekening umumnya memakan waktu tiga hingga tujuh hari kerja. Durasi ini bergantung pada tingkat kelengkapan dokumen dan beban antrean pengajuan di kantor cabang terkait.
3 Bisakah melakukan pengajuan jika saat ini memiliki cicilan kendaraan atau KPR?
Kepemilikan cicilan konsumtif seperti KPR, KKB, atau kartu kredit tetap diperbolehkan selama status pembayaran di SLIK OJK tercatat lancar tanpa tunggakan. Analis bank akan menghitung sisa penghasilan bersih untuk memastikan kemampuan bayar cicilan baru.
4 Faktor apa yang paling sering menyebabkan aplikasi pinjaman UMKM ditolak?
Penyebab utama penolakan meliputi riwayat kredit yang buruk (blacklist) di masa lalu, masih memiliki pinjaman produktif aktif di bank lain, atau hasil survei menunjukkan arus kas usaha tidak mencukupi untuk membayar kewajiban angsuran bulanan.
5 Apakah debitur diperbolehkan melunasi pinjaman sebelum masa tenor berakhir?
Pelunasan dipercepat sangat dimungkinkan. Peminjam hanya perlu mendatangi kantor cabang tempat pengajuan awal untuk melakukan rekonsiliasi sisa pokok hutang, dan umumnya tidak dikenakan denda pinalti tambahan yang memberatkan.
Kesimpulan
Memasuki tahun transaksi berjalan, komitmen perbankan dalam memfasilitasi kebutuhan dana masyarakat terus dioptimalkan melalui prosedur verifikasi yang semakin transparan dan cepat.
Adanya penjabaran detail perihal perhitungan batas kredit, kewajiban bulanan, dan persyaratan mutlak diharapkan mampu menjembatani hambatan asimetri informasi di lapangan.
Keberhasilan ekspansi bisnis pada akhirnya tidak sekadar bertumpu pada ketersediaan dana segar, melainkan kelihaian manajemen dalam memutar roda produksi secara efisien.